Cara Mengatasi Anak yang Menangis dan Mengamuk

Cara Mengatasi Anak yang Menangis dan Mengamuk | TamanPAUD.com
Pernahkah Ayah Bunda mengalami, sang buah hati yang tiba-tiba menangis keras, tidak bisa berhenti, berguling-guling di lantai, kadang sambil mengamuk dan susah ditolong? Kalau kejadiannya di dalam rumah sendiri mungkin tidak terlalu bingung. Akan tetapi kalau hal ini terjadi di depan orang banyak (di pasar, mall, atau di jalan) besar kemungkinan Ayah Bunda akan bingung, malu, dan bertambah panik. Dinasehati anak malah semakin keras tangisannya, diabaikan menangisnya tidak juga berhenti. Digendong mengamuk. Dibiarkan malah semakin menjadi. Semua jadi serba salah.

Anak yang menangis keras dan mengamuk adalah gambaran emosi yang menunjukkan perilaku tantrum, yaitu ledakan emosi yang kuat dari dalam diri anak. Emosi ini tidak terkontrol dengan baik sehingga menimbulkan perilaku berlebihan, seperti manangis sambil berguling-guling, memukul, dan berteriak-teriak. Hal ini dapat terjadi baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan. Umumnya perilaku tantrum terjadi pada masa anak-anak berusia dua sampai lima tahun.

Penyebab Anak Sering Menangis dan Mengamuk

Bagi anak yang sudah bisa bicara tentu kita tidak akan bingung mengetahui apa keinginannya, apa yang membuat anak menangis dan mengamuk. Namun jika anak menangis dan mengamuk berusia 2 tahun yang belum bisa menyampaikan keinginannya, atau kita kesulitan menangkap yang dimaksudkannya, tentunya akan membuat ayah bunda kebingungan, kenapa anak rewel, gelisah, menangis dan mengamuk.
Berikut ini kami berikan daftar penyebab anak sering menangis atau mengamuk baik saat di rumah ataupun pada saat di keramaian, sebagai pengingat saja bagi ayah bunda, karena sebenarnya yang paling mengenal anak adalah orang tuanya sendiri.

Cara Mengatasi Anak yang Menangis dan Mengamuk
Anak tantrum (menangis dan mengamuk) di keramaian

Penyebab Anak Menangis dan Mengamuk

1. Anak Haus dan Lapar

Salah satu penyebab anak menangis dan mengamuk yang paling sering terjadi adalah anak haus dan lapar. Bilamana anak merasa haus dan lapar jika tidak diatasi haus dan laparnya, maka anak akan rewel, gelisah dan cenderung mengamuk.

2. Tidak cocok atau tidak suka akan sesuatu

Contoh hal yang tidak disukai anak seperti bertemu orang asing, pergi ke dokter, potong rambut dan lain-lain, jika dipaksakan oleh orang tua juga bisa menjadi penyebab anak sering marah dan mengamuk.

3. Keinginan yang tidak dituruti orang tua

Penyebab anak sering marah dan mengamuk berikutnya adalah keinginan yang tidak dituruti orang tua. Beberapa anak akan menjadi marah dan mengamuk jika keinginannya tidak dituruti oleh orang tuanya. Menurut mereka marah dan mengamuk merupakan salah satu cara yang efektif agar keinginan mereka bisa dipenuhi oleh orang tuanya.

4. Anak berusaha Mencari perhatian

Penyebab anak sering marah dan mengamuk selanjutnya adalah untuk mencari perhatian. Kesibukan yang dilakukan oleh orang tua terkadang membuat anak merasa terabaikan. Hal ini akan memicu anak berusaha mencari perhatian. Salah satu cara efektif dan simpel adalah dengan anak menangis dan mengamuk. 

4. Gangguan suasana hati

Gangguan suasana pada hati si anak juga bisa menjadi salah satu penyebab anak sering marah dan mengamuk. Anak menjadi gampang tersinggung, mudah marah, apalagi ditambah tidak adanya perhatian dari orang tua. Hal ini akan membuat kemarahan anak semakin menjadi hingga membuat anak mengamuk.

5. Anak Merasa Takut dan Gelisah

Penyebab anak sering marah dan mengamuk yang lain adalah ketakutan dan kegelisahan. Ketakutan dan kegelisahan akan suatu hal seperti berada di tempat yang tidak nyaman, di sekitar orang asing, dan perasaan terancam oleh anak lain di dekatnya akan membuat anak menjadi tidak tenang. Akibatnya anak akan mengungkapkannya dalam bentuk kemarahan dengan harapan agar mendapatkan perhatian dari orang tuanya serta agar bisa menghilangkan ketakutan dan kegelisahan yang dialaminya.

Cara Mengatasi Anak yang Menangis dan Mengamuk

1. Jangan panik dan bersikap tenang. 

Bagaimana Ayah Bunda dapat menenangkan buah hatinya jika Ayah Bunda saja tidak bisa menenangkan dirinya sendiri? Satu hal yang perlu diketahui adalah bahwa perilaku anak menangis histeris dan mengamuk ini sudah umum terjadi pada anak seusianya. Biarkan sejenak jika perilaku anak tantrum berlebihan. Nasihat dan bujukan biasanya tidak efektif dalam kondisi ini. Anak tidak akan mau mendengar apa yang dikatakan orang tua, bahkan terkadang tangisannya malah semakin kuat.

2. Gendong atau ajak anak ke tempat yang nyaman (kamar).

Jauhkan anak dari situasi yang 'mengancam' dia. Biarkan sebentar sampai anak tenang, kemudian berikan minum anak. Setelah itu ajak komunikasi anak dengan bahasa yang lembut.

3. Temukan penyebab anak menangis dan mengamuk.

Jika anak menangis dan mengamuk di luar rumah seperti di mall, supermarket dan pusat perbelanjaan, segera 'selamatkan' anak dari keramaian. Biarkan menangis sebentar kemudian bujuk dengan halus. Elus-elus punggungnya dengan lembut. Tunjukkan bahwa Ayah Bunda ada di pihaknya. Beri penjelasan pada anak bahwa tidak semua keinginannya harus dipenuhi pada saat itu juga.

4. Konsisten dan beri contoh anak mengatasi masalahnya.

Ayah bunda hendaknya konsisten dalam mengambil tindakan pada anak. Hindari rasa tidak tega dan perasaan kasihan. Jika ayah bunda tidak konsisten, maka anak dapat memanipulasi keinginannya dengan ’senjata’ tangis.

Ayah bunda, merawat anak memang gampang-gampang susah. Terutama lagi bagi orang tua yang baru pertama kali mempunyai anak. Kadang terasa mudah, kadang terasa sukar, kadang menyenangkan, kadang menjengkelkan, terutama pada saat anak rewel, menangis dan bahkan sampai mengamuk. Akan tetapi satu hal yang perlu diingat dan ditanamkan dalam pikiran adalah, perlakukan anak dengan lembut dan sabar. Anak balita usia dua sampai lima tahun masih dalam masa perkembangan emosi yang belum mampu mengontrolnya. Jangan memaksakan memberikan pengertian karena mereka belum sanggup menalar dengan baik. Ganti dengan upaya pengalihan perhatian, sambil sedikit demi sedikit memberikan pengertian agar anak bisa mengolah emosinya secara baik sehingga anak tidak menjadi temperamental. 
Demikian yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat.

0 Response to "Cara Mengatasi Anak yang Menangis dan Mengamuk"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel